Prodi Perbankan Syariah UAD Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Peninjauan Kembali Kurikulum Tahun 2026
Yogyakarta – Program Studi Perbankan Syariah (PBS) Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Peninjauan Kembali Kurikulum Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, praktisi perbankan, hingga mahasiswa aktif UAD. Monev peninjauan kurikulum ini bertujuan untuk memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan mampu menjawab tantangan perkembangan industri keuangan syariah yang semakin dinamis. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk mengumpulkan masukan konstruktif dari berbagai pihak guna menyempurnakan struktur kurikulum, capaian pembelajaran, serta metode pengajaran yang digunakan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi dan keuangan syariah, serta praktisi perbankan yang memberikan perspektif industri terkait kebutuhan kompetensi lulusan di dunia kerja. Kehadiran praktisi menjadi penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik di lapangan. Mahasiswa aktif PBS UAD juga turut dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pendekatan partisipatif dalam pengembangan kurikulum. Mereka diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman belajar, kendala yang dihadapi selama perkuliahan, serta harapan terhadap pengembangan kurikulum ke depan.
Ketua Program Studi PBS UAD dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan monev ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Kurikulum tidak hanya harus memenuhi standar akademik, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, regulasi, dan kebutuhan industri. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan PBS UAD memiliki kompetensi yang relevan, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional, sehingga siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.
Diskusi dalam kegiatan monev berlangsung secara interaktif, membahas berbagai aspek penting seperti penguatan mata kuliah berbasis praktik, integrasi teknologi dalam pembelajaran, pengembangan soft skills mahasiswa, serta peluang kolaborasi dengan industri melalui program magang dan praktisi mengajar. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyempurnaan kurikulum Prodi PBS UAD ke depan. Dengan melibatkan berbagai pihak, kurikulum yang dihasilkan diharapkan lebih komprehensif, adaptif, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten serta sesuai dengan kebutuhan industri perbankan syariah.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Peninjauan Kembali Kurikulum Tahun 2026 ini, Prodi PBS UAD menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi serta terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (PBS)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!