PBS UAD Selenggarakan Seminar Nasional dan Shariah Economic Festival 2025
Yogyakarta – Program Studi Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (PBS UAD) pada hari Selasa, 04 Februari 2025 bekerjasama dengan HMPS Perbankan Syariah FAI UAD mengadakan kegiatan Shariah Economic Festival (SEF) tahun 2025 di Gedung Amphiteater Lt. 7 Gedung Kedokteran UADdengan total peserta 110 mahasiswa yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia. Dengan mengusung tema seminar nasional mengenai “Digitalisasi Keuangan Syariah dan Keterkaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)” menyoroti bagaimana transformasi digital dalam sektor keuangan telah mengubah lanskap ekonomi melalui inovasi teknologi. Perkembangan fintech, AI, dan blockchain tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan keuangan, tetapi juga mendukung inklusi keuangan serta pengelolaan risiko dan kepatuhan regulasi. Dengan adopsi teknologi digital, layanan keuangan syariah dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, sehingga berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya dalam hal pengurangan kesenjangan ekonomi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Kegiatan Pembukaan dan Seminar Nasional SEF 2025
Pak Akbar Susamto, Ph.D, selaku pembicara dalam seminar juga menyampaikan bahwa perkembangan pesat teknologi membawa dampak positif dan negatif. Salah satu contohnya adalah potensi penggantian banyak pekerjaan oleh kecerdasan buatan (AI) di masa depan. Namun, ia menekankan bahwa sebagai akademisi, penting untuk merespon perubahan ini dengan sikap optimis. Meskipun beberapa pekerjaan akan hilang, kemajuan teknologi juga akan menciptakan bidang pekerjaan baru, khususnya di sektor ekonomi dan keuangan syariah. Oleh karena itu, beliau mengajak para audiens, khususnya mahasiswa, untuk terus bersemangat dalam mempelajari hal-hal baru agar siap menghadapi tantangan di masa depan.

Peserta Antusias Mengikuti Kegiatan Seminar Nasional SEF 2025
Hal ini sejalan dengan Digitalisasi sistem layanan perbankan diharapkan dapat meningkatkan penetrasi pasar syariah. Berkaca dari pengalaman bank-bank konvensional, keberadaan SuperApp, atau aplikasi yang menyediakan aneka layanan dan fungsi dalam satu platform, telah meningkatkan jumlah transaksi digital dan menopang kinerja intermediasi perbankan. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, indeks literasi keuangan syariah di Indonesia sebesar 39,11 persen, sedangkan indeks literasi keuangan syariah sebesar 12,88 persen. Artinya, kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk keuangan syariah masih tergolong rendah meski telah memiliki tingkat pemahaman yang cukup.

Penyerahan Sertifikat Kepada Pemateri dan Moderator
Kaprodi Perbankan Syariah, Dwi Santosa Pambudi, M.S.I menyampaikan apresiasi kepada para panitia yang sudah mendesain kegiatan SEF 2025 ini dengan sangat baik dan berharap kegiatan SEF selanjutnya bisa diadakan dengan inovasi yang terbarukan. “SEF 2025 ini terselenggara berkat Kerjasama semua tim, baik dosen, mahasiswa, hmps, panitia dan para peserta, kolaborasi kedepannya sangat diperlukan untuk meningkatkan secara kualitas maupun kuantitas.
Selamat atas terselenggaranya SEF 2025 untuk PBS UAD, semoga terus menjadi bagian utama dalam mencetak ekonomi Rabbani dan bankir syariah di masa yang akan datang. (MA)
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!