Novia Fitri Rahayu Lulusan Terbaik PBS UAD: Juara Lomba Nasional Dan Semangat Berwirausaha
Yogyakarta – Lahir dan besar di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, lalu melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta melalui jalur SKL. Perjalanan merantau bukan hanya tentang pindah kota, tetapi juga tentang belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan berani berkembang di lingkungan baru.
Awal masuk kuliah, saya termasuk mahasiswa “kupu-kupu” — kuliah, pulang, kuliah, pulang. Hari-hari terasa berjalan biasa saja tanpa banyak pengalaman baru. Namun seiring waktu, saya sadar bahwa masa kuliah tidak hanya tentang hadir di kelas dan mengejar nilai, tetapi juga tentang bagaimana kita bertumbuh dan menciptakan cerita.
Dari situ saya mulai mencoba banyak hal, ikut organisasi, bertemu banyak orang baru, hingga memberanikan diri mengikuti berbagai perlombaan. Perlahan, hidup saya berubah menjadi “kumbara” — kuliah, lomba, juara. Banyak proses yang dilalui, mulai dari revisi proposal sampai tidur larut malam demi mempersiapkan presentasi terbaik. Semua lelah itu akhirnya terbayar dengan pengalaman, relasi, dan pencapaian yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
Organisasi Yang Pernah Di Ikuti:
- Ahmad Dahlan Entrepreneurship Forum 2024–2025 — Anggota Divisi Perlombaan
- UKM Sepak Bola (Futsal UAD) 2023–2024 — Bendahara 2
- Justice Competition — Anggota Divisi Perlengkapan
Prestasi Yang Pernah Di Raih:
- Juara 1 Business Plan — International Youthpreneur Competition 2025. Bisnis: “Primsana Banana Flour”. Diselenggarakan secara offline di POLIFURNEKA Kendal oleh inventify_center.
- Juara 3 Business Plan — Global Youth Innovators Competition 2025. Bisnis: “Teavolution”. Diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting oleh exalter.student.
- Juara 1 Business Plan —International Economic Competition 2025. Bisnis: “Maggotpreneur”. Diselenggarakan secara online oleh APSKPS dan HIMAPBSY Pasuruan.
Perkuliahan mengajarkan saya bahwa setiap orang punya waktunya masing-masing untuk berkembang. Tidak apa-apa jika di awal merasa biasa saja, minder, atau belum menemukan arah. Karena sering kali, versi terbaik diri kita muncul setelah berani mencoba dan keluar dari zona nyaman. Terima kasih untuk semua orang yang pernah hadir dalam perjalanan ini — teman, dosen, organisasi, dan setiap proses yang pernah membuat saya jatuh lalu belajar bangkit lagi. Semua hal kecil yang dulu terasa berat, sekarang justru menjadi cerita yang paling berharga untuk dikenang.
“Jangan takut memulai dari mahasiswa biasa. Karena yang menentukan masa depan bukan siapa yang paling terlihat hebat di awal, tetapi siapa yang mau terus belajar, mencoba, dan bertahan sampai akhir. Kampus bukan hanya tempat mencari gelar, tapi tempat membentuk versi terbaik dari diri kita sendiri.” (NFR)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!