Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 H, Momentum Penguatan Iman dan Spiritualitas Umat
Yogyakarta – Umat Islam memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 27 Rajab 1447 Hijriah. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan agung Rasulullah SAW sekaligus merefleksikan nilai-nilai keimanan, ketaatan, dan kedisiplinan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa ketika Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Isra’), kemudian dinaikkan ke Sidratul Muntaha (Mi’raj). Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam karena di dalamnya ditetapkan kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam.
Peringatan Isra’ Mi’raj 27 Rajab 1447 H di berbagai daerah dilaksanakan dengan penuh khidmat melalui kegiatan keagamaan seperti pengajian, ceramah, doa bersama, dan pembacaan shalawat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap makna Isra’ Mi’raj serta menguatkan komitmen dalam mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ceramah yang disampaikan pada peringatan Isra’ Mi’raj, para ulama dan tokoh agama menekankan pentingnya menjadikan salat sebagai sarana membangun kedekatan dengan Allah SWT. Salat tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai pondasi pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab seorang muslim.
Selain itu, peringatan Isra’ Mi’raj juga menjadi pengingat akan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Masyarakat menyambut peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H dengan antusias dan penuh rasa syukur. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperbaiki kualitas ibadah dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, umat Islam diharapkan tidak hanya mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan umat harus senantiasa dibangun di atas fondasi keimanan, ketaatan, dan akhlak mulia. (PBS)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!